Civitas IAI Almuslim Aceh

Dr. Saifullah, S.Ag M.Pd

Dr. Saifullah, S.Ag M.Pd

[dropcap]D[/dropcap]alam rangka mereposisi sistem pendidikan nasional, maka pemerintah Indonesia membuat suatu kebijakan antara lain tertuang di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19 Tahun 2005, tentang sistem pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan dimaksudkan sebagai kreteria minimal tentang sistem pendidikan yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mencakup delapan komponen standarisasi, yaitu, standar isi, standar proses, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar penilaian dan standar pembiayaan pendidikan. Untuk lebih jelas mengenai delapan standarisasi yang harus dilaksanakan untuk memenuhi hajat pendidikan masyarakat Indonesia, dapat dijelaskan sebagai berikut: Pertama, Standar Isi. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kreteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi pada standar nasional pendidikan mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender akademik. Kedua, Standar Kompetensi Lulusan. Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran dan mata kuliah atau kelompok mata kuliah. Kompetensi lulusan pada mata pelajaran bahasa menekankan pada kemampuan membaca dan menulis yang sesuai dengan jenjang pendidikan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetennsi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan, bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu tehnologi, dan seni yang bermamfaat bagi kemanusiaan. Ketiga, Standar Proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses mencakup model pembelajaran pada satuan pendidikan yang diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Di samping itu standar proses mencakup juga keteladanan dari para pendidik. Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran untuk terlaksannya proses pembelajaran yang efektif dan efesien. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian belajar. Keempat, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar pendidik dan tenaga kependidikan antara lain mengatur bahwa pendidikan harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetennsi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikasi keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan kompetensi sebagai agen pembelajaran mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, professional dan social. Kelima, Standar Sarana dan Prasarana. Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan kreteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi, dan berekreasi, serta sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan tehnologi informasi dan komonikasi. Keenam, Standar Pengelolaan Pendidikan. Standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan kabupaten/kota, provinsi atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Ketujuh, Standar Penilaian Pendidikan. Standar penilaian pendidikan mencakup pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas: penilaian hasil belajar oleh pendidik, dan penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi. Kedelapan, Standar Pembiayaan. Standar pembiayaan pendidikan adalah standar nasional pembiayaan yang mencakup dan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.[]  
About

Biro IAI Almuslim Aceh

Lewat ke baris perkakas